Tiga Ganda Putri RI Tembus 10 Besar Dunia, Pelatih Belum Puas!

Tiga ganda putri Indonesia tembus 10 besar dunia ranking BWF. Pelatih Kepala Ganda Putri Karel Mainaky mengaku belum puas. Maunya gelar juara!

... Tautan telah disalin

Karel Mainaky (Foto: Mercy Raya/detikSport)
Jakarta -

Tiga ganda putri Indonesia tembus 10 besar dunia ranking BWF. Pelatih Kepala Ganda Putri Karel Mainaky mengaku belum puas. Maunya gelar juara!

Hal itu disampaikan Karel saat menanggapi pembaruan ranking yang dirilis BWF kemarin. Ganda putri Indonesia sukses membuat catatan baru dengan menempatkan tiga wakilnya di deretan top ten dunia. Mereka ialah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (6),Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Ramadhanti (8),dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (10).

"Iya, saya juga enggak tahu, katanya baru pertama kali. Kalau bicara ranking ya senang, tapi kalau secara hasil saya masih belum puas," kata Karel saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sebenarnya berharap di tahun ini ada juara di (turnamen BWF World Tour Super) 750. Tapi masih belum, dan mentok di semifinal. Jadi ya, kalau bicara ranking, ya, senang. Tapi kalau kita bicara hasil, ya, saya masih belum, sangat belum puas," dia mengungkapkan.

Karel menegaskan, secara kemampuan di latihan, anak asuhnya sebenarnya sanggup bersaing untuk juara di level 750 dan 1000. Sayangnya, performa bagus di latihan tak mampu keluar saat di pertandingan.

"Menurut saya itu masih belum (keluar performanya). Mungkin kisaran 60-70 persen, belum sampai 80-90.Kalau untuk 100 persen kan enggak mungkinlah ya, kita manusia, ya. Mungkin saya berharap bisa 80-90 bisa keluar permainannya dan kesempatan itu bisa serta sangat ada ya. Itu menurut saya," ujarnya.

"Cuma ya untuk sementara sih masih jadi angan-anganlah (gelar juara). Karena belum tercapai, ya."

Saudara kandung dari Richard dan Rexy Mainaky itu pun mengungkapkan penyebab dari tidak keluarnya performa atletnya di lapangan karena terlalu banyak berpikir.

"Kalau di latihan kan mereka enggak ada pressure, ya. Jadi latihan, ngelakuin, kami kasih program lama pun tahan, bisa. Saat di pertandingan terlalu banyak mikir kali."

"Karena waktu awal-awal mereka dipasangkan (berhasil) mengalahkan pemain top, rubber game. Tapi setelah bisa mengalahkan, sekarang malah (kalah sama) yang di level bawah. Jadi menurut saya itu (kayak) bukan mereka, gitu.Seharusnya bisa lebih," tegasnya.

Karel mengaku sudah berulang kali mengingatkan dan mengevaluasi hal tersebut bersama para pemainnya. Ia juga memberi pendampingan piskolog yang dilakukan setiap Rabu. Tapi sampai saat ini, masih dicarikan solusi yang tepat.

"Mereka sebenarnya menyadari itu, cuma mengatasinya yang masih, ya sama-sama mencari lah solusi terbaiknya. Jadi enggak hanya saya, saya juga minta dari mereka, bagaimana kita sama-sama cari solusi," tutup Karel.

... Tautan telah disalin pbsi karel mainaky ranking bwf ganda putri

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

https://sport.detik.com/raket/d-8741012/tiga-ganda-putri-ri-tembus-10-besar-dunia-pelatih-belum-puas