- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Antara
Pamekasan, VIVA - Kekalahan telak dari Madura United membuat Arema FC harus melakukan evaluasi serius. Bukan hanya soal strategi permainan, pelatih interim Singo Edan, Andre Caldas, justru menyoroti persoalan mentalitas dan konsentrasi pemain yang dinilainya masih rapuh, terutama ketika pertandingan memasuki menit-menit krusial.
Arema FC gagal membawa pulang poin setelah dihajar Madura United dengan skor 0-3 dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (6/11/2026) malam WIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dua gol yang bersarang menjelang turun minum menjadi salah satu hal yang disesalkan Caldas. Padahal, pelatih asal Brasil tersebut mengaku sudah menyiapkan pendekatan taktik dengan mengubah sistem permainan agar Arema lebih solid ketika menghadapi agresivitas tuan rumah.
Strategi itu sempat membuat Singo Edan mampu memberikan perlawanan. Namun, konsentrasi pemain buyar ketika Madura United berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-45 melalui sundulan Jorge Mendonca.
Situasi semakin sulit setelah Dimitar Mitkov menggandakan keunggulan tuan rumah pada menit ke-45+1. Dua gol dalam waktu berdekatan membuat Arema harus memasuki ruang ganti dengan ketertinggalan dua gol.
"Kami mengubah sistem dan bermain lebih kompak secara defensif hingga 45 menit pertama, namun kebobolan di menit-menit akhir adalah hal yang tidak bisa diterima," ujar Caldas dalam konferensi pers seusai pertandingan yang dikutip laman resmi klub.
Menurut Caldas, persoalan Arema bukan semata-mata terletak pada penerapan taktik. Ia melihat ada masalah mentalitas yang harus segera dibenahi karena para pemain cenderung kehilangan fokus setelah tim kebobolan.
Kondisi tersebut membuat Arema kesulitan menjaga konsistensi permainan. Bahkan, ketika memasuki babak kedua dan mencoba mengejar ketertinggalan, Singo Edan belum mampu menemukan solusi untuk membongkar pertahanan Madura United.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada babak kedua, Arema FC mencoba meningkatkan intensitas serangan. Caldas melakukan perubahan komposisi pemain dengan memasukkan Gustavo Franca dan Leo Guntara. Formasi permainan juga bergeser dari 3-4-3 menjadi 4-3-3.
Perubahan tersebut sempat menghasilkan sejumlah peluang. Salah satunya melalui kerja sama Gabriel Silva dan Gustavo Franca. Namun, penyelesaian Gustavo hanya membentur mistar gawang Angga Saputro.
https://www.viva.co.id/bola/1941637-pelatih-arema-fc-murka-singo-edan-dihajar-madura-united-tanpa-balas-soroti-mental-pemain