- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- ANTARA/RAUF ADIPATI
VIVA – Persija Jakarta kembali gagal memanfaatkan laga kandang. Bermain di Jakarta International Stadium (JIS), Macan Kemayoran hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Dewa United pada pekan ke-25 Super League Indonesia 2025–2026, Minggu 15 Maret 2026
Laga tersebut sekaligus menjadi pertandingan terakhir kedua tim sebelum kompetisi memasuki jeda Idulfitri. Namun bagi Persija, hasil itu terasa pahit karena gagal meraih tiga poin di depan ribuan suporter setia mereka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasil imbang ini menambah panjang catatan kurang memuaskan Persija saat bermain di JIS musim ini. Di stadion yang menjadi markasnya itu, tim ibu kota justru kerap kehilangan poin penting.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, tidak menutupi kekecewaannya. Ia bahkan secara terang-terangan menyoroti kondisi lapangan JIS yang dinilai jauh dari kata ideal untuk pertandingan level tertinggi.
“Kondisi lapangan sangat tidak wajar untuk pertandingan sebesar ini,” ujar Souza dalam konferensi pers.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, kondisi rumput yang tidak rata membuat timnya kesulitan menjalankan permainan yang sudah disiapkan.
“Mungkin dari luar tidak terlihat seberapa buruk lapangannya. Tapi kami yang bermain di lapangan merasakannya. Kami ingin menguasai bola dan mengalirkannya cepat, tapi dengan kondisi seperti ini sangat sulit,” jelasnya.
Souza bahkan menyinggung beberapa hasil sebelumnya yang menurutnya juga dipengaruhi kondisi lapangan di JIS.
Ia mencontohkan saat Persija gagal menang melawan Bali United dan Malut United di kandang. Namun saat bermain tandang, Persija justru mampu meraih kemenangan.
“Di sini kami gagal menang melawan Bali United, tapi saat tandang kami menang. Kami juga gagal menang lawan Malut United di sini, tapi di kandang mereka kami menang,” kata Souza.
“Kini melawan Dewa United juga sama. Di kandang mereka kami menang, tapi di sini kami gagal.”
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara kasat mata, kondisi rumput JIS memang terlihat tidak rata dan bergelombang di beberapa titik. Hal itu membuat aliran bola kerap terhenti dan menyulitkan pemain mengembangkan permainan.
Souza menilai bukan hanya Persija yang kesulitan. Dewa United juga tidak mampu menciptakan banyak peluang karena kondisi lapangan yang sama.
Persija Persija Jakarta Jis Mauricio Souza Dewa United Viva Bola Jangan Lewatkan4 Aturan Baru FIFA di Piala Dunia 2026, Pemain Tak Bisa Lagi Drama Buang Waktu
Bola
sekitar 1 jam lalu FIFA akan menerapkan empat aturan baru di Piala Dunia 2026 untuk menekan aksi buang waktu, mempercepat laga, dan memperluas peran Video Assistant Referee (VAR).Ivar Jenner Cedera saat Lawan Persija, Terancam Dicoret dari Timnas Indonesia?
Bola
1 jam lalu Ivar Jenner mengalami cedera saat membela Dewa United melawan Persija Jakarta di JIS. Kondisinya masih diobservasi jelang agenda Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026.Pelatih Ajax Beberkan Kekurangan Maarten Paes
Bola
2 jam lalu Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, akhirnya merasakan kemenangan pertamanya bersama Ajax Amsterdam di kompetisi Eredivisie musim 2025/2026. Ajax tampil perkasa saat mJordi Amat Kritik Rumput JIS usai Persija Ditahan Dewa United: Sangat Buruk!
Bola
2 jam lalu Bek Jordi Amat mengkritik kondisi lapangan JIS usai Persija Jakarta bermain imbang 1-1 melawan Dewa United dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di JIS Minggu (15/3).Joan Laporta Kembali Berkuasa di Barcelona hingga 2031
Bola
3 jam lalu Joan Laporta kembali mencetak sejarah di FC Barcelona. Ia resmi terpilih lagi sebagai presiden klub untuk keempat kalinya setelah menang telak dalam pemilihan yang digelaTangis Usai Persija Gagal Menang, Souza: Saya Sampai Pulang Jam 1 Pagi setiap Hari demi Jakmania
Bola
3 jam lalu Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, merespons pertanyaan soal peluang juara timnya setelah hasil imbang melawan Dewa United. Persija cuma bisa imbang TerpopulerTerpopuler: Elkan Baggott Dicoret John Herdman, Pemain Arsenal Dinaturalisasi Timnas Indonesia
Bola
16 Mar 2026 Sejumlah artikel di kanal VIVA Bola masuk deretan populer sepanjang Minggu, 15 Maret 2026. Salah satunya pemain muda Arsenal, bakal dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia.20 Kiper Terbaik di Dunia saat Ini
Bola
16 Mar 2026 Berikut deretan penjaga gawang terbaik dunia saat ini berdasarkan performa dan kontribusi mereka bersama klub. Siapa sajakah mereka, berikut rangkuman VIVALive di ANTV Dini Hari Ini: Como 1907 Tantang AS Roma, Pertaruhan Gengsi di Zona Liga Champions
Bola
16 Mar 2026 Pertarungan krusial di papan atas Serie A Liga Italia sedang tersaji dini hari ini. Como 1907 akan menjamu raksasa ibu kota, AS Roma, dalam laga yang menjadi penentu perKlub Milik Orang Kaya Indonesia Menggila! Comeback Lawan AS Roma dan Makin Mantap di Zona Liga Champions
Bola
16 Mar 2026 Como, klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, menunjukkan mental baja dengan sukses membalikkan keadaan saat menjamu raksasa ibu kota, AS Roma.Meski Catat Clean Sheet, Pelatih Ajax Tetap Soroti Kelemahan Maarten Paes
Bola
16 Mar 2026 Maarten Paes meraih kemenangan perdana bersama Ajax setelah menang 4-0 atas Sparta Rotterdam di Eredivisie. Ia juga mencatat clean sheet meski masih dievaluasi. Selengkapnya Siapa yang Wajib Membayar Fidyah? Ini Penjelasan Buya Yahya Agar Tidak Keliru
Religi
16 Mar 2026Sesungguhnya Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya.
https://www.viva.co.id/bola/1886461-rumput-jelek-jis-jadi-penyebab-persija-gagal-menang-2-kali