- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Getty Images
VIVA – Alejandro Garnacho mengakui penyesalannya meninggalkan Manchester United pada musim panas lalu, setelah bergabung dengan Chelsea dengan nilai transfer sekitar 40 juta poundsterling.
Garnacho meninggalkan Old Trafford setelah berselisih dengan Ruben Amorim, termasuk kritik terbuka yang ia sampaikan usai tidak dimainkan sebagai starter dalam kekalahan final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemain asal Argentina itu mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan Manchester United, yang telah memberinya kesempatan sejak level akademi hingga tim utama. Ia menyebut mendapat dukungan besar dari klub dan suporter selama kurang lebih empat hingga lima tahun kebersamaannya.
Gol salto Alejandro Garnacho
Photo :- AP Photo/Jon Super
“Mungkin ya, saya menyesal, karena saya mencintai klub itu. Mereka memberi saya kepercayaan sejak awal,” ujar Garnacho dalam wawancara dengan Premier League Productions, dikutip VIVA.co.id dari Manchester Evening News, Minggu 12 April 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir sebelum hengkang, dirinya lebih sering berada di bangku cadangan. Menurutnya, situasi tersebut memengaruhi sikap dan keputusannya saat itu, mengingat keinginannya untuk selalu bermain di setiap pertandingan.
“Saya baru berusia 20 tahun (saat itu), tetapi dalam pikiran saya, saya merasa harus bermain di setiap pertandingan,” katanya.
Garnacho mengakui bahwa dalam kondisi tersebut ia sempat mengambil langkah yang kurang tepat. Meski demikian, ia menilai fase tersebut sebagai bagian dari perjalanan karier dan pembelajaran pribadi.
Kini bersama Chelsea, Garnacho menyatakan tetap bangga bisa bermain di Liga Inggris dan menjadi bagian dari skuad yang kompetitif. Ia juga menegaskan tidak memiliki perasaan negatif terhadap Manchester United maupun orang-orang di dalamnya.
“Terkadang, kita mengalami momen-momen yang lebih baik atau lebih buruk, saya bangga berada di sini (di Chelsea), tetapi bersama United, saya tidak punya hal buruk untuk dikatakan tentang klub, siapa pun di klub, atau rekan-rekan setim. Ini hanyalah momen dalam hidup yang mengubah segalanya dan hidup terus berlanjut. Saya tidak menyesal,” tandasnya.
? Rekomendasi Judul
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
, Singgung Konflik dengan Amorim
Tinggalkan MU ke Chelsea, Garnacho Sesali Cara Kepergiannya
https://www.viva.co.id/bola/1891374-garnacho-akui-menyesal-tinggalkan-manchester-united