- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Dok. ILeague
VIVA – Bek keturunan Maluku, Jordy Tutuarima, mengungkap situasi "aneh" yang ia alami saat membela Persis Solo pada musim 2025-2026.
Pemain berusia 32 tahun tersebut menyebut kondisi tim menjadi tidak biasa sejak pergantian pelatih pada Januari 2026. Ia mengaku seluruh pemain asing diminta hengkang secara mendadak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Hal-hal menjadi sangat aneh di sana (Persis). Pelatih baru datang pada Januari, dan semua pemain asing harus pergi, sembilan pemain tiba-tiba hilang,” ujar Tutuarima seperti dikutip dari media Belanda, Gelderlander.
Hal tersebut disampaikan setelah ia resmi bergabung dengan klub kasta ketiga Belanda, GVVV Veenendaal, usai tersisih dari skuad Persis di tengah musim akibat performa tim yang menurun.
Mantan bek Persis Solo, Jordy Tutuarima
Photo :- Instagram/jtutuarima
Persis Solo diketahui hanya meraih satu kemenangan pada putaran pertama Super League 2025-2026. Rentetan hasil buruk itu berujung pada pemecatan pelatih Peter de Roo dan diikuti evaluasi besar-besaran oleh manajemen, termasuk perombakan seluruh pemain asing.
Namun, menurut Tutuarima, performa tim yang menurun tidak semata disebabkan faktor teknis di lapangan. Ia menyinggung adanya keterlambatan pembayaran gaji yang berdampak pada kondisi tim secara keseluruhan.
“Kami tak dibayar berbulan-bulan, jadi Anda bisa memperkirakan hasilnya akan menurun,” kata Tutuarima.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut lebih berat dirasakan pemain lokal yang memiliki tanggungan keluarga, sehingga memengaruhi motivasi mereka di lapangan.
Setelah meninggalkan Persis, Tutuarima memilih kembali ke Belanda dan bergabung dengan GVVV Veenendaal. Ia juga mengonfirmasi bahwa keputusan tersebut menandai berakhirnya kariernya sebagai pesepak bola profesional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ya saya rasa iya (karier profesional berakhir). Saya berdiskusi dengan keluarga dan memutuskan memasuki fase baru, dari profesional menuju sepak bola amatir,” ujarnya.
Tutuarima sebelumnya sempat berencana melanjutkan karier di Indonesia. Namun, keterbatasan regulasi transfer setelah awal Februari membuatnya tidak dapat bergabung dengan klub lain di kompetisi yang sama.
https://www.viva.co.id/bola/1891334-jordy-tutuarima-bongkar-borok-persis-solo-kami-tak-digaji-berbulan-bulan