- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- REUTERS/Jennifer Gauthier
VIVA – Mantan Wakil Presiden FIFA yang kini menjabat Presiden Asosiasi Sepak Bola Yordania (JFA), Pangeran Ali bin Hussein, menyatakan siap bekerja sama dengan badan peradilan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Sikap tersebut disampaikan setelah pernyataannya yang mengkritik Presiden FIFA Gianni Infantino terkait Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo, Jepang, menjadi persoalan serius.
AFC sebelumnya memutuskan meneruskan pernyataan Pangeran Ali kepada badan peradilannya untuk ditinjau lebih lanjut. Keputusan itu muncul setelah tokoh sepak bola Yordania tersebut menuding kongres yang berlangsung pada 23 Oktober 2026 telah dimanfaatkan untuk kepentingan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melalui akun media sosial X, Pangeran Ali menegaskan tidak akan menghindari proses yang berjalan. Dia juga memastikan Asosiasi Sepak Bola Yordania tetap akan menggunakan hak suaranya secara independen dalam pemilihan presiden FIFA mendatang.
"Saya menghormati AFC dan badan-badan peradilannya serta akan bekerja sama sepenuhnya dalam setiap proses yang berlangsung," tulis Pangeran Ali.
Pangeran Ali juga menegaskan bahwa setiap asosiasi anggota FIFA memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri. Menurut dia, mekanisme pemungutan suara harus berjalan sesuai dengan Statuta FIFA tanpa tekanan dari pihak mana pun.
Kontroversi ini bermula setelah Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim Al-Khalifa secara terbuka menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA. Dukungan tersebut disampaikan dalam Kongres Luar Biasa AFC di Tokyo, Jepang.
Pernyataan Sheikh Salman itu kemudian mendapat respons keras dari Pangeran Ali. Dia menilai jalannya kongres tidak memberikan ruang yang cukup bagi para delegasi untuk menyampaikan pendapat, mengajukan pertanyaan, maupun memperdebatkan sejumlah persoalan.
Dalam unggahannya, Pangeran Ali bahkan menyebut hari terakhir kongres lebih banyak diwarnai kepentingan politik dibandingkan pembahasan sepak bola.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Hari terakhir murni politik atas perintah Gianni Infantino," tulisnya.
Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam tata kelola sepak bola. Pangeran Ali menilai setiap federasi anggota harus memiliki kebebasan menyampaikan pandangan tanpa tekanan, terutama ketika menentukan dukungan dalam pemilihan pimpinan organisasi sepak bola dunia.
https://www.viva.co.id/bola/1939726-eks-wapres-fifa-diperiksa-afc-usai-kritik-gianni-infantino-di-kongres-jepang