- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Instagram @julianoerip
Jakarta, VIVA - Timnas Indonesia berpotensi kehilangan kesempatan merekrut empat pemain keturunan potensial yang saat ini berkarier di Liga Belanda.
Situasi tersebut muncul setelah PSSI dikabarkan tidak lagi menjadikan Negeri Kincir Angin sebagai prioritas pencarian pemain naturalisasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kabar perubahan arah perekrutan pemain keturunan ini disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah regulasi di Belanda menjadi salah satu pertimbangan dalam proses naturalisasi pemain untuk skuad Garuda.
"Rekrutmen atau penggunaan pemain naturalisasi dari Belanda (terutama bagi pemain keturunan yang memilih membela Timnas Indonesia) saat ini tidak menjadi perioritas" tulis Noor Korompot.
Menurut Noor, persoalan utama berkaitan dengan aturan ketenagakerjaan dan imigrasi yang berlaku bagi pemain non-Uni Eropa.
Kondisi ini berpotensi memengaruhi karier pesepak bola yang kehilangan status kewarganegaraan Belanda setelah memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
PSSI bahkan disebut mulai mengalihkan perhatian kepada pemain keturunan yang berkarier di Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Spanyol.
Pergeseran fokus tersebut berpotensi membuat sejumlah pemain potensial di Liga Belanda luput dari pemantauan.
Setidaknya terdapat empat pemain keturunan Indonesia yang menarik perhatian dan belum menjalani proses naturalisasi secara resmi.
Berikut 4 pemain keturunan yang berpotensi kehilangan kesempatan dinaturalisasi dan membela Timnas Indonesia.
1. Julian Oerip
Nama pertama adalah Julian Oerip, gelandang serang berusia 20 tahun yang saat ini memperkuat Jong AZ Alkmaar.
Pemain berdarah Surabaya tersebut merupakan salah satu talenta menjanjikan di kompetisi kasta kedua Liga Belanda.
2. Tristan Schenkhuizen
Pemain berikutnya adalah Tristan Schenkhuizen yang kini membela VVV-Venlo setelah meninggalkan Fortuna Sittard pada Juni 2026.
Gelandang berusia 22 tahun itu memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek asal Surabaya dan nenek asal Yogyakarta.
3. Mike Kleijn
Nama ketiga adalah Mike Kleijn, bek kiri berusia 21 tahun yang tengah menjalani masa peminjaman di FC Volendam dari Sparta Rotterdam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemain jebolan akademi Feyenoord tersebut dilaporkan mempunyai darah Indonesia dari nenek pihak ibunya yang berasal dari Surabaya.
Kleijn memiliki pengalaman tampil di Eredivisie bersama Sparta Rotterdam sebelum melanjutkan kariernya bersama FC Volendam pada musim 2026/2027.
https://www.viva.co.id/bola/1940390-4-pemain-keturunan-ini-terancam-gagal-bela-timnas-indonesia-usai-pssi-dikabarkan-tak-lagi-prioritaskan-belanda
Comments
0 comment