Berita Liga Inggris: Alejandro Garnacho kembali menjadi sorotan setelah performanya dinilai belum stabil sejak bergabung dengan Chelsea. Pemain berusia 21 tahun itu baru mencetak satu gol di Premier League musim ini, dengan total tujuh gol dan empat assist di semua kompetisi.
Alejandro Garnacho sebelumnya digadang-gadang menjadi bintang masa depan di Manchester United. Namun hubungannya dengan Ruben Amorim memburuk hingga akhirnya ia dijual ke Chelsea pada musim panas 2025.
Dalam wawancaranya bersama GOAL, legenda The Blues Gus Poyet menilai masalah utama Garnacho adalah konsistensi. “Saya pikir semua orang punya kesan besar saat dia bermain di Manchester United dan dia menawarkan sesuatu yang berbeda,” ujar Poyet.
“Tapi dia perlu sedikit menenangkan diri dan tidak memberi tekanan berlebihan pada dirinya sendiri. Jika tidak, dia akan seperti winger pada umumnya, satu laga luar biasa, lalu di laga berikutnya tidak terlihat,” lanjutnya.
Poyet menekankan pentingnya keseimbangan dalam permainan Garnacho. “Dia perlu menemukan keseimbangan dan konsistensi. Dia masih muda dan butuh pengalaman untuk bisa tampil stabil setiap pekan di Chelsea,” tegasnya.
Meski begitu, Liam Rosenior tetap memberikan dukungan penuh kepada sang pemain. “Garna adalah pemain top. Saya sedikit mengubah taktik untuk menguasai lini tengah, yang membuat kami kadang hanya memainkan satu winger, tapi dia tetap pemain luar biasa,” ujar Rosenior.
Ia juga memuji respons Alejandro Garnacho saat tidak dimainkan. “Hal yang paling saya suka adalah reaksinya ketika tidak menjadi starter,” katanya.
Rosenior menegaskan bahwa konsistensi adalah tantangan utama bagi pemain muda. “Dia berusia 21 tahun, punya kemampuan dan potensi besar. Tantangan terbesar adalah konsistensi, tapi dia menunjukkan perkembangan bagus dalam latihan dan pertemuan tim,” jelasnya.
Menurutnya, sikap pemain dalam keseharian sangat menentukan peluang bermain. “Yang saya inginkan adalah tim yang konsisten. Untuk itu, dibutuhkan perilaku dan kebiasaan yang konsisten, bukan hanya saat kondisi baik,” tegas Rosenior.
Ia juga membela karakter Garnacho. “Orang sering menilai dari luar, tapi dia bekerja sangat keras setiap hari. Saya yakin kualitasnya akan terlihat secara konsisten,” tambahnya.
Dengan jadwal padat yang akan datang, Garnacho diyakini masih akan mendapat banyak kesempatan untuk membuktikan dirinya, termasuk saat Chelsea menghadapi Everton di Hill Dickinson Stadium pada Ahad (22/3/2026) dini hari WIB.
Artikel Tag: chelsea, gus poyet, liam rosenior, alejandro garnacho
Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini
https://www.ligaolahraga.com/bola/alejandro-garnacho-disorot-liam-rosenior-tetap-percaya
Comments
0 comment