- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Dok. Lion City Sailors
Bantul, VIVA - PSIM Yogyakarta harus menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Dewa United dalam lanjutan pekan kesembilan Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (6/11/2026), Laskar Mataram takluk 1-2 setelah kebobolan gol pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat pelatih PSIM Yogyakarta, Risto Vidakovic, kecewa. Selain menyoroti hilangnya konsentrasi pemain pada penghujung laga, juru taktik asal Serbia itu juga melontarkan kritik terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilainya janggal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Risto secara khusus menyoroti hadiah penalti untuk Dewa United pada babak pertama. Menurutnya, insiden yang berujung gol pembuka tim tamu tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai pelanggaran yang layak menghasilkan tendangan dari titik putih.
"Keputusannya sangat aneh, keputusan-keputusan yang aneh," kata Risto dalam konferensi pers seusai pertandingan yang dikutip Antara.
Dia menilai pemain PSIM yang terlibat dalam insiden tersebut tidak menyadari keberadaan lawan di belakangnya. Posisi pemain dan arah datangnya bola menjadi alasan Risto mempertanyakan keputusan wasit.
"Menurut saya itu bukan penalti, karena dia bahkan tidak tahu bahwa seseorang ada di belakangnya," ujarnya.
Tak hanya penalti, Risto juga mempersoalkan frekuensi penghentian pertandingan. Dia menilai wasit terlalu sering menghentikan permainan, terutama pada menit-menit awal, sehingga ritme pertandingan kedua tim terganggu.
Meski demikian, Risto tidak ingin menjadikan kepemimpinan wasit sebagai satu-satunya alasan kekalahan PSIM. Dia mengakui anak asuhnya melakukan kesalahan pada 10 menit terakhir yang akhirnya harus dibayar mahal.
PSIM dinilai kehilangan kendali permainan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Kondisi tersebut dimanfaatkan Dewa United untuk melancarkan serangan yang berujung gol kemenangan.
Risto pun mengakui timnya sebenarnya sudah menunjukkan performa cukup baik saat menghadapi salah satu tim papan atas tersebut. Namun, kegagalan mengantisipasi serangan lawan pada penghujung pertandingan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya dan meminta skuad PSIM segera bangkit untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Menurut Risto, semangat dan kerja keras yang sudah ditunjukkan pemain harus dipertahankan, sembari mengurangi kesalahan yang dapat merugikan tim pada momen-momen penting.
https://www.viva.co.id/bola/1941629-dipermalukan-dewa-united-di-kandang-sendiri-pelatih-psim-jogja-soroti-wasit-keputusan-aneh
Comments
0 comment