- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Waking The Red
VIVA – John Herdman bersiap memulai babak baru bersama Timnas Indonesia. Di tengah ekspektasi tinggi publik sepak bola nasional, pelatih asal Inggris itu datang membawa pendekatan yang berbeda: fleksibilitas. Herdman bukan sosok yang terikat pada satu pakem permainan.
Rekam jejaknya bersama Timnas Kanada menjadi bukti. Herdman justru membangun tim dengan target menjadi yang paling adaptif di kawasan CONCACAF. Kanada tidak dikunci dalam satu filosofi, entah penguasaan bola, serangan balik cepat, atau pressing tinggi. Sebaliknya, timnya mampu berubah wajah sesuai kebutuhan pertandingan, layaknya bunglon di atas lapangan.
Pendekatan itu terlihat jelas dari keberaniannya mengubah formasi. Herdman kerap memainkan skema berbeda, mulai dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan melakukan penyesuaian struktur permainan di tengah laga.
Brandon Liss, analis teknik Toronto FC, pernah mengulas karakter permainan tim asuhan Herdman. Menurutnya, Toronto mampu tampil menyerang dengan berbagai pendekatan. Ada momen bermain dominan lewat penguasaan bola, tetapi pada kesempatan lain justru lebih sabar dan mematikan melalui serangan balik. Semua ditentukan oleh konteks pertandingan.
Pendekatan fleksibel itu berangkat dari satu prinsip utama: memahami pemain. Di Kanada, Herdman menghabiskan waktu berbicara dengan lebih dari 40 pemain untuk menggali motivasi, identitas, dan tujuan mereka. Dari proses itu, ia membangun fondasi kepercayaan, rasa aman, serta budaya kerja kolektif sebelum masuk ke ranah taktik.
“Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa kami ubah di tengah pertandingan atau antarpertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar Herdman yang dikutip dari CoachesVoice.
Ia menegaskan, fleksibilitas taktik hanya dapat lahir dari pemain yang adaptif, tangguh, dan siap bekerja untuk kepentingan tim.
Selain aspek teknis, Herdman juga memberi perhatian besar pada budaya tim dan kesehatan mental pemain. Ia selalu menempatkan orang kepercayaan khusus untuk memastikan nilai-nilai tim tetap terjaga, sekaligus menjaga keseimbangan psikologis para pemain agar tetap fokus pada tujuan bersama.
Pengalaman Herdman menghadapi tim-tim Asia menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia. Saat memimpin Kanada U-23 dan tim senior, ia mencatat sejumlah hasil positif melawan lawan Asia dengan pendekatan taktik yang beragam dalam laga uji coba internasional.
https://www.viva.co.id/bola/1872475-gaya-bunglon-ala-john-herdman-jadi-harapan-baru-timnas-indonesia
Comments
0 comment