- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- I League
VIVA – Pemain Persija Jakarta, Allano Lima menjadi sasaran serangan bernuansa rasial dari warganet melalui kolom komentar akun Instagram pribadinya.
Perlakuan tersebut diterima Allano usai Persija kalah dari Persib Bandung dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Minggu, 11 Januari 2026 sore.
Allano Lima tampil sejak menit awal dan menjadi salah satu motor serangan Persija di sisi sayap. Sepanjang pertandingan, pemain berusia 30 tahun itu terlibat dalam sejumlah duel keras yang menjadi ciri khas laga sarat rivalitas tersebut. Beberapa gesekan dengan pemain Persib pun tak terhindarkan.
Ketegangan di atas lapangan ternyata berlanjut setelah pertandingan berakhir. Allano justru menjadi sasaran serangan bernuansa rasial dari warganet. Gelombang ujaran kebencian itu membuat Allano memilih membatasi kolom komentar untuk meredam situasi.
Melalui fitur stories di akun Instagram @allanolima07, Allano menyampaikan respons singkat namun tegas. Ia menegaskan kebanggaannya terhadap diri sendiri dan perjalanan karier yang telah ditempuhnya. Unggahan tersebut menjadi sinyal bahwa dirinya tidak ingin larut dalam hinaan yang menyerangnya.
“Saya bangga dengan diri saya apa adanya. Saya bangga dengan apa yang telah saya capai,” tulis Allano, dikutip Senin 12 Januari 2026.
Sebagai pemain yang sempat berkarier di Eropa, Allano dikenal memiliki mentalitas kuat. Ia memilih untuk tidak menjadikan isu di luar lapangan sebagai gangguan bagi fokusnya bersama Persija.
“Tindakan-tindakan rasis ini menunjukkan seberapa besar saya telah bertumbuh dari tempat asal saya. Pohon yang berbuah adalah pohon yang paling banyak dilempari batu,” imbuhnya.
Bagi Allano, kritik dan serangan justru dipandang sebagai bagian dari perjalanan profesional yang harus dihadapi. Ia menegaskan tekadnya untuk tetap bekerja dan memberikan kontribusi maksimal bagi Macan Kemayoran di sisa kompetisi musim ini.
“Sekarang saatnya bekerja dan melanjutkan perjalanan kami. Jalan yang harus ditempuh masih panjang. Kami akan terus melanjutkan perjuangan,” jelasnya.
Kasus yang dialami Allano bukan kali pertama terjadi dalam sepak bola nasional. Musim ini, Yakob dan Yance Sayuri dari Malut United juga menghadapi serangan serupa di dunia maya setelah pertandingan kontra Persib pada 14 Desember 2025.
https://www.viva.co.id/bola/1873563-jadi-sasaran-serangan-rasial-di-medsos-allano-lima-pohon-yang-berbuah-paling-banyak-dilempari-batu
Comments
0 comment