Berita Liga Italia:Cesc Fabregas, yang kini menjabat sebagai manajer Como 1907, menunjukkan kekagumannya terhadap pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, jelang pertandingan Serie A di Stadio Sinigaglia. Fabregas mengakui kehebatan Gasperini dalam membangun tim, dan menyebut bahwa tidak semua pelatih memiliki pengaruh besar seperti yang dimiliki Gasperini di Roma.
Pertandingan ini digelar pada hari Minggu, pukul 11.30 waktu Inggris (12.30 CEST). Kedua tim ini, musim lalu, berhasil menyingkirkan klub-klub besar untuk mengamankan posisi di Liga Champions dan kembali menunjukkan performa apik di awal musim ini. Meskipun Roma harus kehilangan kiper andalan mereka, Mile Svilar, karena cedera, Como juga menghadapi masalah serupa dengan absennya Moise Kean pasca membela tim nasional.
Fabregas, dalam konferensi persnya, mengungkapkan bahwa Kean akan absen selama satu minggu hingga sepuluh hari setelah mendapatkan cedera saat melawan Belgia. Ia juga berbicara tentang perannya sebagai pelatih dan pentingnya beradaptasi dengan jadwal yang padat, terutama karena ini adalah pengalaman pertama Como di Liga Champions.
Kekalahan 0-2 dari tim promosi Frosinone menjadi pelajaran berharga bagi Fabregas dan skuadnya. "Tidak ada musim yang sempurna, setiap tim pasti akan mengalami kekalahan," ujarnya, menekankan pentingnya belajar dari setiap pertandingan, baik menang maupun kalah.
Bagi Como, Liga Champions adalah pengalaman baru yang penuh tantangan. Fabregas menyadari pentingnya memahami reaksi timnya terhadap situasi baru ini, mengingat mereka belum pernah menghadapi pertandingan dengan intensitas sepadan sebelumnya. Dia berkomitmen untuk memberikan kesempatan kepada semua pemain agar bisa beradaptasi dengan cepat.
Sementara Roma, meskipun tidak tampil di Liga Champions musim lalu, memiliki pengalaman di Liga Europa yang memberikan mereka sedikit keuntungan dalam menghadapi persaingan di level ini. Fabregas menyoroti gaya permainan Roma yang menyerang dan mengapresiasi peran Gasperini dalam mengembangkan karier para pemain.
Fabregas juga merenungkan posisi seorang pelatih di Serie A, di mana beberapa pelatih sudah dipecat di awal musim. Dia menyoroti pentingnya kepercayaan terhadap pemain dan sistem permainan. Fabregas membandingkan situasi ini dengan Mikel Arteta di Arsenal, yang meskipun awalnya dikritik, kini menunjukkan hasil positif setelah mendapatkan waktu dan dukungan.
Dengan penuh semangat, Fabregas menyatakan bahwa hasil biasanya akan datang setelah beberapa bulan, asalkan ada ide yang jelas dan konsistensi dalam menjalankannya.
Artikel Tag: cesc fabregas, gian piero gasperini
Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini
https://www.ligaolahraga.com/bola/ketekunan-arteta-berbuah-manis-di-arsenal-fabregas-puji-gasperini
Comments
0 comment