sky99idn
menu
Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia Bisa Jadi Berawal dari Garut
Kompetisi sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026-2027, resmi berakhir pada Minggu (8/11/2026). Dua sekolah tampil sebagai kampiun
1
dilihat
  • user_name
  • Tutup Menu Tutup Menu GULIR UNTUK LIHAT KONTEN BREAKING NEWS Logo VIVA Digital Cari # Topik Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Jokowi Jadi Saksi Sidang Kasus Ijazah Tiga Jenderal Polisi Jadi Tersangka Penyadapan Presiden 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Yadi Timo Meninggal Dunia IHSG Anjlok 8 Persen! Doddy Katamsi Meninggal Dunia Martha Tilaar Meninggal Dunia Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia Bisa Jadi Berawal dari Garut Minggu, 8 November 2026 - 22:39 WIB Oleh : Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia Bisa Jadi Berawal dari Garut
    Masa Depan Sepak Bola Putri Indonesia Bisa Jadi Berawal dari Garut
    Sumber :
    • Istimewa
    Photo Mini 1 Share :

    VIVA - Kompetisi sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Garut Seri 1 2026-2027, resmi berakhir pada Minggu (8/11/2026). Dua sekolah tampil sebagai kampiun setelah melewati persaingan di kelompok usia (KU) 10 dan KU 12.

    SDN 1 Cinunuk keluar sebagai juara KU 10 setelah mengalahkan SDN 2 Muarasanding dengan skor tipis 1-0. Sementara itu, SDN 1 Mekarmukti tampil dominan di KU 12 dengan membantai MIN 4 Garut 13-0 pada partai final.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Turnamen yang berlangsung sejak 3 November 2026 tersebut digelar di Lapangan Dalem Bintang RAA Adiwijaya dan Stadion Jayaraga. Sebanyak 1.516 peserta ambil bagian dalam penyelenggaraan perdana MLSC di wilayah Garut.

    Pada final KU 10, kemenangan SDN 1 Cinunuk ditentukan oleh aksi Alika Nayla Putri. Dia memperlihatkan kecepatan dan kemampuan individu untuk membongkar pertahanan lawan.

    Alika melakukan penetrasi dari garis tengah lapangan sebelum memanfaatkan celah di lini belakang SDN 2 Muarasanding. Dengan tenang, dia menyelesaikan peluang melalui sepakan yang mengarah ke sisi kiri gawang.

    Pelatih SDN 1 Cinunuk, Yuga Nugraha Putra, mengaku bersyukur anak asuhnya mampu membawa pulang gelar juara meski persiapan yang dilakukan terbilang singkat.

    "Jujur saja persiapan kami mepet karena cuma satu minggu. Kami hanya instruksikan agar pemain melakukan yang terbaik dan kompak di lapangan. Alhamdulillah. Syukur bisa menang di MLSC Garut Seri 1 ini," kata Yuga.

    Sementara itu, SDN 1 Mekarmukti menunjukkan superioritasnya di KU 12. Mereka menutup perjalanan di turnamen dengan catatan impresif, yakni mencetak 124 gol tanpa sekalipun kebobolan.

    Dominasi tersebut terlihat jelas pada partai final. Raisya Rena Alfiyani dan Naffisa Aqila Himawan langsung membuat pertahanan MIN 4 Garut kewalahan sejak menit awal.

    Raisya tampil menggila dengan mencetak tujuh gol pada babak pertama, masing-masing pada menit ke-1, 4, 7, 8, 11, 14, dan 15. Sementara Naffisa turut menyumbangkan tiga gol untuk membawa SDN 1 Mekarmukti unggul 10-0 saat turun minum.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Memasuki babak kedua, SDN 1 Mekarmukti tidak mengendurkan serangan. Naura Anindya Lakeisha menambah dua gol pada menit ke-17 dan 20, sedangkan Berlinda Allina Syafitri melengkapi kemenangan menjadi 13-0.

    Raisya menjadi salah satu pemain paling menonjol sepanjang turnamen. Pemain berposisi gelandang tersebut menyabet penghargaan top scorer setelah mengoleksi 49 gol.

    https://www.viva.co.id/bola/1942032-masa-depan-sepak-bola-putri-indonesia-bisa-jadi-berawal-dari-garut

    REAKSI ANDA?

    Comments

    https://www.bolaguru.com/assets/images/user-avatar-s.jpg

    0 comment

    Write the first comment for this!

    Percakapan Facebook