- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Darren Staples / AFP
VIVA - Liverpool harus mengakui keunggulan Fenerbahce dengan skor 2-3 dalam lanjutan Liga Champions 2026-2027 di Stadion Sukru Saracoglu, Istanbul, Turkiye, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.
Pelatih The Reds, Andoni Iraola, menyoroti buruknya pertahanan tim, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati yang menjadi salah satu faktor kekalahan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Liverpool sebenarnya dua kali unggul melalui gol Trey Nyoni dan Alexander Isak. Namun, Fenerbahce mampu menyamakan kedudukan lewat Mason Greenwood dan Archie Brown sebelum Vedat Muriqi memastikan kemenangan tuan rumah melalui gol pada menit ke-79.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan sempurna Liverpool di kompetisi Eropa musim ini. Kekalahan dari Fenerbahce juga memperpanjang tren negatif The Reds setelah sebelumnya takluk dari Arsenal di Premier League.
Iraola menilai Liverpool terlalu mudah kebobolan melalui situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Ia menyebut gol-gol yang bersarang ke gawang timnya terjadi akibat kesalahan pertahanan yang semestinya dapat dihindari.
"Gol-gol murah. Gol-gol yang berantakan," kata Iraola dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari ESPN.
Ia kemudian menjelaskan sejumlah situasi yang berujung pada gol Fenerbahce, termasuk tendangan bebas dan lemparan jauh yang gagal diantisipasi dengan baik.
"Tendangan bebasnya cukup jauh, menembus tembok pertahanan. Gol terakhir berasal dari lemparan jauh, gol kedua Cody (Gakpo) menyentuh bola tepat di depan Ali (Alisson Becker)," lanjutnya.
Iraola juga mengakui atmosfer Stadion Sukru Saracoglu yang ramai membuat komunikasi di lapangan menjadi sulit. Kondisi tersebut turut menyulitkannya dalam memberikan instruksi kepada pemain, termasuk komunikasi antara Cody Gakpo dan Alisson Becker.
"Di stadion hampir tidak mungkin untuk berkomunikasi, sulit bagi saya untuk memberikan instruksi dan komunikasi antara Cody dan Ali juga sulit," ujarnya.
Pelatih Liverpool itu menegaskan situasi bola mati menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki. Menurut dia, timnya sebelumnya sudah menunjukkan perkembangan dalam mengantisipasi situasi tersebut sepanjang musim.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, lemparan jauh, dan itu sangat merugikan kami," kata Iraola.
"Kami unggul dua kali, kami kebobolan dalam situasi yang seharusnya bisa kami atasi dengan lebih baik."
https://www.viva.co.id/bola/1941185-pengakuan-andoni-iraola-usai-liverpool-dibungkam-fenerbahce-2-3-di-liga-champions-soroti-buruknya-pertahanan
Comments
0 comment