- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Lokeren-Tamse
VIVA – Mantan gelandang Belgia, Radja Nainggolan, mengungkapkan penyesalan dalam perjalanan karier internasionalnya. Ia menilai keputusan membela Belgia sejak awal justru berujung pahit.
Nainggolan memang sempat digadang-gadang sebagai salah satu gelandang terbaik di Liga Italia saat memperkuat AS Roma dan Inter Milan. Namun, kiprahnya di timnas tak berjalan panjang. Ia hanya mencatatkan 30 caps bersama Timnas Belgia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi ini sulit diterima oleh pemain yang kini berusia 37 tahun tersebut. Terlebih, penampilan terakhirnya bersama Belgia terjadi pada 2018.
"Saya sangat kesulitan menerima [fakta ini]. Saya mengorbankan hidup saya untuk bisa bermain bagi timnas Belgia," ujar Nainggolan seperti dilansir dari Voetbal Primeur.
"Jika saya tahu akan seperti ini, saya akan memilih Indonesia lebih awal."
Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Nainggolan memiliki ikatan kuat dengan Indonesia. Ayahnya, Marianus Nainggolan, berasal dari Batak, sementara sang ibu, Lizy Bogaerts, merupakan warga Belgia.
Bahkan, Nainggolan sempat merasakan atmosfer sepak bola Tanah Air saat membela Bhayangkara FC pada 2023. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam baginya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya bermain sepak bola di Indonesia selama enam bulan. Rasa hormat dan apresiasi yang saya terima dari orang-orang di sana sangat berbeda dengan sepak bola Belgia," katanya.
Pengakuan Nainggolan ini menjadi sorotan, sekaligus membuka kembali diskusi soal peluang pemain diaspora yang memilih membela Indonesia sejak dini.
https://www.viva.co.id/bola/1889476-radja-nainggolan-menyesal-bela-belgia-harusnya-main-di-timnas-indonesia
Comments
0 comment