- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Instagram/joeypelupessy
VIVA – Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) merespons wacana laga uji coba antara Timnas Indonesia dan Prancis pada FIFA Matchday Juni 2026. Meski membuka peluang terjadinya pertandingan tersebut, FFF menegaskan bahwa realisasinya tidak akan mudah karena padatnya kalender internasional tim nasional mereka.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan keinginan membawa skuad Garuda menghadapi lawan elite dunia sebagai bagian dari peningkatan level kompetitif tim nasional. Setelah sukses mendatangkan Argentina pada 2023, kini nama Prancis masuk dalam daftar target berikutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Federasi Prancis menegaskan bahwa mewujudkan pertandingan tersebut bukan perkara sederhana.
Perwakilan FFF, Ludovic Debru, menyebut pembicaraan mengenai laga persahabatan antarnegara memang lazim dilakukan antarfederasi. Meski begitu, padatnya kalender internasional menjadi hambatan utama.
“Ini pertanyaan yang lazim. Kalender internasional memang sangat teratur dan tidak mudah diatur,” ujar Debru kepada awak media dikutip tvOnenews.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa peluang duel Indonesia kontra Prancis tetap ada, tetapi membutuhkan proses negosiasi panjang serta penyesuaian agenda kedua federasi.
Prancis sendiri merupakan salah satu tim nasional dengan jadwal paling padat di dunia. Selain disibukkan agenda FIFA Matchday reguler, Les Bleus juga rutin tampil di turnamen besar seperti Piala Dunia, Piala Eropa, hingga UEFA Nations League. Situasi itu membuat slot laga uji coba mereka sangat terbatas.
Menariknya, FFF justru memberi sinyal bahwa kerja sama dengan Indonesia lebih realistis dimulai dari level junior. Debru menyebut pertandingan antara tim kelompok usia muda seperti U-17 atau U-20 bisa menjadi langkah awal sebelum membicarakan duel di level senior.
“Namun salah satu cara terbaik adalah melalui tim-tim usia muda. Mereka perlu lebih banyak bermain dan bersaing,” kata Debru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, pengalaman kompetitif di level junior menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim nasional masa depan. Hal itu pula yang selama ini menjadi salah satu kunci sukses Prancis melahirkan banyak pemain bintang dunia.
“Kompetisi bukan segalanya, tapi kita belajar banyak dari sana. Ada saatnya mereka perlu bersaing,” lanjutnya.
https://www.viva.co.id/bola/1892305-respons-federasi-prancis-soal-tantangan-dari-timnas-indonesia-ada-syarat-berat-jika-ingin-duel-lawan-mbappe-cs
Comments
0 comment