- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Antara
Jakarta, VIVA – Thierry Henry menikmati pengalaman berbeda saat memimpin North London Legends menghadapi United Legends dalam laga bertajuk Champions Impact In Jakarta: The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2026. Meski berstatus laga para legenda, mantan penyerang Arsenal itu menegaskan bahwa keinginan untuk menang tetap menjadi prioritas.
Henry menjalani peran sebagai pelatih North London Legends dalam duel yang mempertemukan mantan pemain Arsenal dan Manchester United tersebut. Hasilnya, tim yang dipimpinnya sukses mengamankan kemenangan dramatis dengan skor 3-2.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. United Legends lebih dulu membuka keunggulan melalui Ashley Young pada menit kelima. North London Legends merespons lima menit kemudian lewat Emmanuel Adebayor untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Arsenal Legends kemudian berbalik unggul setelah Santi Cazorla mencetak gol pada menit ke-28. Namun, United Legends belum menyerah. Radamel Falcao membawa timnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-64.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Jermaine Pennant muncul sebagai penentu kemenangan North London Legends lewat gol pada menit ke-74. Skor 3-2 bertahan hingga laga usai.
Bagi Henry, kemenangan tersebut bukan sekadar hasil dari pertandingan nostalgia. Ia melihat para pemain tetap memiliki semangat kompetitif meski sudah tidak berada dalam kondisi fisik seperti ketika masih aktif bermain di level tertinggi.
"Pada akhirnya, semua orang ingin menang. Kami tidak menyerah begitu saja. Secara keseluruhan, ini menyenangkan," kata Henry seusai pertandingan dikutip Antara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Henry juga mengakui bahwa kondisi fisik menjadi salah satu tantangan ketika menangani para mantan pemain yang pernah meramaikan persaingan sepak bola Inggris. Faktor usia dan cuaca Jakarta yang lembap membuat timnya harus mengatur pendekatan permainan secara cermat.
Menurut Henry, para pemain perlu memahami kemampuan tubuh masing-masing agar tetap bisa berkontribusi tanpa mengorbankan keseimbangan tim. Ia harus mempertimbangkan siapa yang mampu berlari menembus pertahanan lawan, siapa yang bisa mempertahankan penguasaan bola, serta siapa yang dapat membantu lini belakang.
https://www.viva.co.id/bola/1934812-thierry-henry-rasakan-panasnya-duel-arsenal-vs-mu-di-sugbk
Comments
0 comment