- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- YouTube Bola Bung Binder
Jakarta, VIVA – Kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di final FIFA Series 2026 ternyata menyisakan banyak catatan penting. Meski kalah 0-1, permainan skuad Garuda dinilai tidak buruk. Justru ada satu masalah utama yang disebut menjadi penyebab Indonesia kesulitan mencetak gol.
Pengamat sepak bola Bung Binder menegaskan bahwa persoalan Timnas Indonesia bukan terletak pada lini depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Masalah bagi para pemain kita di pertandingan semalam itu sebetulnya bukan dari segi finishing, tapi dari segi creating chances atau menciptakan peluang,” ujar Bung Binder dikutip dari akun YouTube pribadinya.
Ia menjelaskan, dalam skema permainan pelatih John Herdman, Timnas Indonesia mengandalkan penguasaan bola, kombinasi umpan pendek, direct passing, serta pressing intens. Namun skema tersebut tidak berjalan maksimal saat menghadapi tim dengan pertahanan rapat seperti Bulgaria.
Timnas Indonesia vs Bulgaria
Photo :- Instagram @timnasindonesia
“Ketika Timnas kita berhadapan dengan tim yang punya pertahanan yang kuat,begitu sulit para pemain dari Timnas Indonesia kita untuk bisa menciptakan peluang yang berbahaya,” katanya.
Menurut Bung Binder, absennya pemain kreatif di lini tengah menjadi faktor utama buntu-nya serangan Indonesia. Ia melihat tidak ada penghubung yang mampu mengalirkan bola dari lini tengah ke lini depan, sehingga serangan kerap terhenti sebelum benar-benar membahayakan gawang lawan.
Kondisi tersebut membuat para pemain Indonesia sering kehilangan opsi saat sudah memasuki area pertahanan Bulgaria dan akhirnya memilih mengembalikan bola ke belakang untuk membangun serangan dari awal.
Selain itu, ia juga menyoroti minimnya peluang berbahaya yang berhasil diciptakan sepanjang pertandingan. Menurutnya, Timnas Indonesia hanya mampu menciptakan dua peluang yang benar-benar mengancam dan keduanya baru terjadi di babak kedua setelah pergantian pemain dilakukan.
Meski demikian, Bung Binder tetap melihat sisi positif dari permainan Timnas Indonesia. Ia menilai kerja sama tim mulai terbentuk dan hanya tinggal melengkapi satu elemen penting.
“Ini tinggal satu kepingan dalam puzzle skema John Hudman yang dia perlukan. Apa itu? Creative player,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah kalah tipis 0-1 dari Timnas Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 Grup Indonesia. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin malam 30 Maret 2026, memperlihatkan dominasi skuad Garuda yang gagal dikonversi menjadi gol.
https://www.viva.co.id/bola/1888962-bung-binder-bongkar-penyebab-timnas-indonesia-mandul-bukan-striker-tapi-ini
Comments
0 comment