- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- REUTERS/Hannah Mckay
VIVA – Mantan gelandang Arsenal, Jorginho, mengungkapkan alasan meninggalkan klub pada musim panas 2025. Menurutnya, berain di bawah asuhan Mikel Arteta membuanya tak merasa gembira.
Dalam wawancara dengan The Times, ia menjelaskan bahwa minimnya waktu bermain dan pendekatan taktik tim membuatnya kehilangan motivasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di Arsenal, Jorginho lebih sering menghangatkan bangku cadangan. Dari 79 penampilan, hanya 27 di antaranya sebagai starter.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut berdampak langsung pada semangatnya sebagai pemain.
“Saya ingin merasa hidup dan penting bagi tim. Ketika tidak berada di lapangan, sulit untuk tetap termotivasi,” ujarnya dikutip VIVA.co.id dari The Standard, Jumat 17 April 2026.
Selain soal menit bermain, Jorginho juga menyoroti pendekatan taktik Arsenal di bawah Arteta. Ia menilai fokus berlebihan pada situasi bola mati membuat permainan terasa hambar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jika hanya fokus pada hal itu dan melupakan sisi sepak bola lainnya, maka Anda tidak akan memiliki permainan yang indah,” kata pemain yang kini membela Flamengo.
“Mereka harus menyadari seberapa kuat posisi mereka saat ini (dalam perebutan gelar),” tandas Jorginho.
https://www.viva.co.id/bola/1892702-eks-arsenal-kritik-taktik-arteta-terlalu-fokus-bola-mati-sepak-bola-jadi-terasa-hambar
Comments
0 comment